SEJARAH VIDEO GAME
Saat ini sepertinya hampir
mustahil ada orang yang tidak suka bermain video game. Sejatinya Video game
merupakan salah satu karya paling revolusioner yang diciptakan oleh manusia. Ada
banyak aspek yang harus dimiliki dalam meciptakan atau bermain game, beberapa diantaranya
adalah ketangkasan, imajinasi, dan konsentrasi, control emosi dan berbagai hal positif
lainnya. Dalam perjalanannya game banyak mengalami perubahan, mulai dari
grafis yang awalnya hanya berupa garis dan titik, sampai saat ini yang sudah menghadirkan
visual super realistis.
Amerika Serikat yg bisa dikatakan sebagai rumah industri
game, hampir 2/3 anggota sebuah keluarga bermain game secara reguler. Tidak
main-main, industri video game di Amerika Serikat dapat memberikan keuntungan
hingga $100 miliyar. Luar biasa bukan? Sementara itu, di benua Asia khususnya
Jepang, indutri video game menjadi salah satu penopang perekonomian negara mereka.
Sebut saja sejak era Nintendo Entertainment System, SEGA hingga PlayStation 5
sekarang ini, nama-nama tersebut merupakan produk dari negara Matahari Terbit.
Ulasan lebih lengkap kami coba hadirkan dalam artikel berikut yang akan
membahas tentang Sejarah game dan perkembangannya. Selamat menikmati dan
bernostalgia..
Sebuah komputer digital elektronik pertama bernama Colossus
dan ENIAC yang dibuat selama Perang Dunia Kedua untuk membantu Sekutu melawan
kekuatan Axis merupakan cikal bakal dari video game. Kemudian, setelah perang
selesai, penyebaran arsitektur program yang disimpan pertama kali di University
of Manchester, Cambridge University, University of Pennsylvania, serta
Princeton University memungkinkan komputer untuk diprogram dengan mudah guna
menjalankan pekerjaan yang bervariasi, fasilitator dari komersialisasi komputer
di awal tahun 1950an adalah perusahaan seperti Ferranti, IBM, dan juga Remington
Rand. Maka, kelahiran video game dimulai dari mempromosikan pengapdosian computer
(komputerisasi) oleh universitas, organisasi pemerintahan, dan perusahaan
besar.
Diketahui program komputer game pertama kali merupakan
permainan catur bernama Turochamp yang dikembangkan oleh David Champernowne dan
Alan Turing, program tersebut baru diselesaikan pada tahun 1950-an itu pun
belum diimplementasikan pada sebuah komputer oleh mereka. Komputer game
elektronik pertama yang diimplementasikan adalah dua buah mesin bernama Bertie
the Brain dan Nimrod yang memainkan tic-tac-toe dan sebuah game bernama Nim. Bertie
the Brain ini didesain oleh Josef Kates dan dipamerkan di Canadian National
Exhibition pada tahun 1950. Setahun setelahnya Nimrod dipamerkan di Berlin
Industrial Show. Game pertama yang dikenal yang menggabungkan sebuah monitor
adalah program checker yang dikembangkan oleh Christroper Strachey, dan program
tic-tac-toe bernaa OXO oleh Alexander Douglas pada tahun 1952.
Di tahun 1970, pengenalan sirkuit MSI (medium scale
integration) dan TTL (transistor-transitor logic) mengkombinasikan transistor
berganda pada mikrochip tunggal yang menghasilkan reduksi signifikan pada harga
komputasi dan diantarkan pada gelombang pertama komputer mini berharga di bawah
$10,000. Kemudian beberapa perusahaan seperti Sega Enterprise dan Chicago Coin
merilis Periscope dan juga Speedway. Pada tahun 1972 sebuah konsol rumahan dirilis
oleh perusahaan produsen televise Magnavox, bernama Magnavox Odyssey. Semenjak
saat itu, industri video game semakin berkembang, dan video game
perkembangannya sendiri terdiri dari beberapa generasi.
Sejarah Game (Generasi Pertama)
| sumber : Paragram.id |
Pada Tahun 1972, Nolan Bushnell dan Ted Dabney memutuskan untuk bekerjasama dan membuat sebuah perusahaan bernama Atari. Adalah Magnavox Odyssey yang merupakan konsol permainan video rumah komersial pertama. Di pertengahan tahun 1970-an meluncurkan game ball-and-paddle sangat digilai dan akhirnya melanjutkan pengembangan mikrochip yang bisa digabungkan pada produk rumahan. Setelah melihat demonstrasi Magnavox Odyssey yang meyakinkan, Nolan Bushnell meminta salah satu karyawannya bernama Allan Alcorn untuk membuat versi game tenis meja sebagai proyek latihan agar ia merasa familiar dengan desain video gam Versi yang dirancang oleh Allan Alcorn ternyata begitu seru dimainkan, dan akhirnya Atari merilis game ini dengan nama Pong dan dijual sangat terbatas pada tahun 1972. Home Pong kemudian dikembangkan oleh Harold Lee. Permainan ini cukup laris di pasaran pada Maret 1973. Setelahnya, Atari dan Midway merilis banyak game baru dengan genre yang beragam seperti Gran Trak 10 (1974), Tank (1974), Wheels (1975), Gun Fight (1975), dan Sea Wolf (1976). Kemudian Wheels dan Gun Fight dilisensi oleh perusahaan Jepang bernama Taito Trading Company. Karena itu, penetrasi video game merambah ke Jepang. Pasar video game semakin menanjak ketika Taito mengenalkan Space Invaders.
Sejarah Game (Generasi Kedua)
Kejatuhan pasar konsol terindikasi pada tahun 1978, sistem
video game bergeser pada penyimpanan data game berbasiskan ROM disimpan di
sebuah perangkat bernama catridges. Yaa, sebuah program terbaru akan memerlukan
perangkat memori yang mumpuni, sedangkan pada saat itu untuk sebuah kapasitas
memori yang besar, ukuran perangkatnya pun akan sangat besar. Muncul perusahaan
semi konduktor bernama Fairchild menghadirkan produknya ke pasaran dengan nama
Channel F, namun itu setelah rugi berjuta-juta pada bisnis jam digital,
perusahaan mengambil pendekatan konservatif pada pasar konsol yang dapat
diprogram dan menjaga jalannya produksi dengan sistem rendah. Karena
keterbatasan dana, akibatnya di akhir tahun 1977 Fairchild hanya menjual
250,000 sistem. Sementara pada tahun yang sama, Atari juga memasarkan produk
dengan sitem terbarunya dan habis terjual hingga 400,000 unit. Setahun
kemudian, Magnavox mengikuti pasar tersebut dan meluncurkan Odysseynya. Ada
pula perusahaan mainan bernama Mattel merilis sistem bernama Intellivision di
tahun 1979.
Terobosan video game sebenarnya adalah setelah Atari
meluncurkan salah satu game populer dari Taito, Space Invader untuk VCS. Angka
penjualannya pun melejit hingga mencapai $119 juta di tahun 1980, kemudian
meledak di tahun 1981 yang angka penjualannya mencapai $841 juta. Kesuksesan tersebut membuat Atari ingin tetap
memproduksi produk lanjutannya. Tahun 1982, Atari meluncurkan game konsol yang
lebih canggih yakni sistem 8 bit dengan nama Atari 5200. Namun, sayangnya
produk tersebut tidak menemui kesuksesasan seperti pendahulunya.
Sejarah Game (Generasi Ketiga) (8-bit)
Setelah diprediksi kejatuhan game konsol pada akhit tahun 70-an, Industri game konsol benar-banar mengalami kejatuhan pada tahun 1983. Tingkat kejenuhan serta banyaknya game konsol menjadi salah satu penyebabnya. Ketika game konsol diprediksi akan habis pada saat itu, sebuah perushaan asal Jepang Nintendo, meluncurkan konsol bernama Family Computer atau nama lainnya Famicom. Sukses Famicom membuat Nintendo meluncurkan Nintendo Entertainment Systen atau NES ke pasar, dan meeraih sukses dengan Super Mario Bros sebagai video game terlaris sepanjamg sejarah.
Pada generasi ini, konsol-konsol game pada umumnya menggunakan
gamepad atau joypad, dan penggunaan controller ini menjadi lebih populer.
Kepopuleran penggunaan gamepad atau joypad mengalahkan controller klasik
seperti joystick, keypad, dan juga paddle. Konsol generasi ketiga mengangkat
genre-genre yang lebih bervariasi ke permukaan. Sebut saja beberapa game RPG
seperti The Legend of Zelda, Final Fantasy, Dragon Quest, dan yang lainnya
mulai dikenal di masyarakat. Selain itu, ada game lain bergenre stealth
buatan Hideo
Kojima bernama Metal Gear, ada juga game horror bernama Sweet Home
buatan Capcom.
Generasi Keempat (16-bit)
Pada tahun 80an Nintendo mengalami kesuksesan berkat Famicom
atau Nintendo Entertainment System-nya (NES). Penjualan catridgenya pun
mencapai hingga angka milyaran Dollar Amerika Serikat. Di samping itu,
perkembangan teknologi video game pun semakin meningkat dan dari sinilah kemudian
muncul generasi keempat dengan teknologi 16 bit. Di generasi ini ada sebuah
konsol game bernama TurboGrafx-16 yang mengalami pejualan yang cukup baik di
Jepang, namun sangat buruk di Amerika serikat dan Eropa karena jumlah game yang
sedikit.
Sega mulai muncul kepermukaan dengan menghadirkan sebuah
konsol game bernama Sega Mega Drive atau Genesis yang sangat laris di tahun
1988. Sebagai kompetitor, Nintendo tidak mau kalah dan merilis sistem barunya
bernama Super Nintendo Entertainment System (SNES) di tahun 1990. Teknologi
yang digunakan keduanya sangatlah mumpuni untuk menghasilkan visual yang lebih
baik.
Generasi Kelima (32-bit dan 64-bit)
Di tahun 90an transisi besar-besaran dalam teknologi video
game dilakukan terutama pada grafis. Bersamaan dengan itu, di generasi kelima
ini, Atari mencoba peruntungannya lagi dengan meluncurkan Atari Jaguar pada
tahun 1993. Selain itu, perusahaan lain bernama 3DO merilis konsol gamenya yang
bernama 3DO Interactive Multiplayer. Sayangnya, sekali lagi Atari gagal
memperoleh penjualan yang baik. Begitu juga dengan 3DO, mereka mengalami hal
tidak jauh berbeda. Setahun kemudian muncul tiga konsol baru yang dirilis di
Jepang, di antaranya Sega Saturn, Sony PlayStation, dan juga PC-FX. Sebagai pemain
baru, Sony dengan PlayStation-nya mendapatkan penjualan yang sangat baik. Salah
satu penyebab larisnya Sony PlayStation adalah jumlah game yang begitu banyak
hingga membuat para konsumennya tertarik. Maka dari itu, konsol ini bisa
dibilang sebagai salah satu konsol dengan penjualan terbaik sepanjang masa.
| Sony PlayStation |
Nintendo juga ingin melanjutkan kesuksesan masa lalunya
dengan menciptakan sebuah konsol 64-bit bernama Nintendo 64. Salah satu game
paling populernya adalah Super Mario 64. Karena teknologi gaming semakin maju,
banyak juga genre game baru yang bermunculan. Sebelumnya mungkin tidak pernah
terpikirkan akan ada sebuah game menari dengan nama Dance Dance Revolution.
Selain itu, game-game seperti Resident Evil mendapatkan pasarnya karena
menawarkan atmosfir menegangkan dan seram yang semakin hidup. Pada generasi
ini, banyak developer yang merilis game 3D karena spesifikasi yang mumpuni,
sebut saja Sony PlayStation dan Nintendo 64 sebagai contoh.
Tidak hanya console gaming saja yang mengalami revolusi, PC
gaming pun juga mengalami hal yang sama. Teknologi 3D pun semakin berkembang
pesat berkat diluncurkannya sebuah perangkat bernama kartu akselerator 3D
bernama Voodoo yang dirilis oleh 3dfx Interactive. Game First Person yang
sebelumnya tidak sepenuhnya 3D seperti Doom ataupun Duke Nukem, kini diganti
dengan game full 3D seperti Quake. Genre real-time strategy pun juga
mendapatkan perhatian lebih juga pada tahun 90an.
Generasi Keenam
Generasi ini dibuka oleh sebuah konsol besutan Sega bernama
Sega Dreamcast pada tahun 1998. Konsol ini tidak hanya menampilkan grafis yang
jauh lebih baik dibandingkan dengan konsol 32-bit dan 64-bit, namun juga hadir
dengan dukungan internet untuk bermain secara online. Sega Dreamcast melahirkan
game-game keren nan inovatif seperti seri Shenmue. Shenmue mencoba menggunakan
seluruh kemampuan yang dimiliki Dreamcast dengan menyuguhkan dunia luas
open-world. Akan tetapi, walaupun mendapatkan kesuksesan, popularitas Sega Dreamcast
juga cepat surut. Lalu muncul Sony PlayStation 2 sebagai pahlawan di generasi
konsol keenam ini diikuti dengan Nintendo GameCube dan juga Microsoft Xbox.
Pada generasi ini, penggunaan media pun beralih. DVD kini lebih banyak
digunakan karena memiliki kapasitas yang lebih besar. Sama seperti sebelumnya,
Sony memenangkan pertarungan konsol walaupun kedua pesainya tersebut kuat.
Generasi ini juga melahirkan genre-genre baru seperti Grand
Theft Auto 3 (walaupun game ini bukanlah game baru). Jika sebelumnya Grand Theft
Auto memiliki kamera yang hanya menyorot dari atas, pada seri ketiga ini, para
gamers akan merasakan pengalaman menjadi pelaku kriminal ala GTA dengan sudut
pandang thrid person.
Generasi Ketujuh
Generasi ketujuh dibuka oleh Nintendo dengan konsol handheld-nya
yang bernama Nintendo DS, dan diikuti oleh Sony dengan PlayStation
Portable-nya. Kedua pesaing tersebut memiliki nilai jual yang berbeda. Sony
tetap menjual segi grafis yang didukung dengan spesifikasi yang powerful,
sedangkan Nintendo DS menawarkan gameplay yang lebih interaktif. Di tahun 2005,
Microsoft merilis Xbox 360 dan Sony mengikutinya dengan merilis PlayStation 3
setahun setelahnya. Keduanya menawarkan kualitas visual HD dan perlu dukungan
TV HD LCD. Di generasi ini juga, lahirlah sebuah teknologi lempengan bernama
Blu-ray yang kapasitasnya tentu lebih besar.
Generasi Kedelapan
Nintendo ingin melanjutkan kesuksesan NDS dengan merilis 3DS
yang mana hadir dengan teknologi baru yakni autostreoscopic 3D untuk
memproduksi sebuah efek 3D di layar. Kemudian Sony merilis console handheld
penerusnya yang dinamakan PlayStation Vita. PS Vita mengusung layar OLED 5 inci
dan menghadirkan koneksi WiFi. Wii U lahir setahun setelah NDS muncul. Namun,
sayangnya penjualannya bisa dikatakan tidak baik bahkan cenderung buruk. Sementara
Sony kembali melahirkan PlayStation 4 yang hadir dengan teknologi super keren
dan juga pemanfaatan resolusi Full HD. Microsoft pun seolah tidak ingin
ketinggalan dengan mengeluarkan Xbox One. Maka setelah kegagalan Wii U,
Nintendo segera berbenah dan kembali melahirkan console gaming dengan nama
Switch, tentunya dengan segala sesuatu hal yang jauh lebih menarik.
Kini mulai hadir game online sebagai generasi baru. Menarik
ditunggu kejutan dan terobosan apakah yang akan muncul dalam dunia game? Sementara ini, ketika internet sudah menjadi kebutuhan, Game Online dengan
genre MOBA sedang menjadi Primadona.
Terima Kasih sudah bersedia membaca..
Salam Sukses Sehat Selalu Berkah !!
Post a Comment for "SEJARAH VIDEO GAME"